Memorabilia

557 Kata
Mereka berdua mangut-mangut mendengarkan kisah Abah. Kisah yang sangat panjang. Hari-hari yang pernah ia alami adalah sesuatu yang hebat. Pengalaman yang sangat banyak dan berharga. Kecintaannya kepada perguruan tapak suci sangat besar sudah mendarah daging dalam tubuh Abah. Arya membayangkan bagaimana masa muda Abah yang setiap harinya selalu merasakan sakit baik dalam fisik maupun batinnya, namun semua itu ia balut dengan sesuatu yang justru membuatnya semakin bisa menerima getir pahitnya kehidupan. Pukul sembilan malam, udara sejuk bertiup pelan, menggoyangkan anak rambut. Orang-orang yang berada di pelataran kembali berbaris. Abah menyuruh mereka berdua untuk kembali latihan, juga menyuruh Nan dan Arya untuk kembali ke dalam rumah untuk beristirahat. Malam yang menenangkan, bulan menghiasi angkasa, sinarnya menyepuh membuat seisi malam menjadi terang. Suara samar-samar teriakan orang di pelataran rumah Abah sayup-sayup terdengar. Kedua saudara itu kembali dalam pelukan malam yang tenang bersama mimpi-mimpi. “Sebenarnya apa tujuan mereka datang ke desa ini?” Tanya Harits kepada Rosyid. Mereka berdua duduk di rumput bersama, masih kelelahan bekas pertarungan tadi. Sejenak Rosyid melirik ke arah teras Abah, sepasang saudara itu sudah raib. Rosyid membuka suara, “Mereka sedang membuat data tentang desa. Utusan dari desa lain,” Jawab Rosyid singkat. “Bagaimana menurutmu tentang gadis tadi?” tanya Harits. Ia sedang menggoda Rosyid, siapa tahu Rosyid menyukai gadis itu. Cantik dan kulitnya putih. Rosyid tetap diam, ia sedikit tersenyum kemudian mendongak melihat bulan. Ia tersenyum bukan karena apa yang di tanyakan oleh Harits, melainkan ia mengenang masa dulu. Saat-saat ia bersama teman perempuan waktu kecilnya, saling bermain bersama, melakukan hal yang menyenangkan, bermain masak masakan. Saling kejar kejaran, namun teman kecilnya itu sudah pindah rumah, hanya sebentar ia bisa bermain bersama, dan sampai sekarang tidak kembali lagi, bahkan Rosyid tidak tahu ia sekarang berada di mana. Wajah teman perempuan itu mirip dengan wajahnya Nana. Apalagi ketika rambut poni depan, layaknya teman masa kecil Rosyid yang juga suka memoni rambutnya. Malam kadang juga tahu apa yang harus di lakukan agar orang lain bisa menikmatinya dengan nikmat. Lebih bisa mengenang dari pada siang, lebih senang dan tak mudah hilang. --- Memorabilia adalah istilah umum yang merujuk kepada suatu atau beberapa benda yang dapat mengingatkan kepada suatu peristiwa. Namun demikian, memorabilia juga dapat diartikan sebagai koleksi benda atau benda-benda yang digunakan sebagai alat untuk mengenang suatu peristiwa atau seseorang. Memorabilia tidak selalu berbentuk benda fisik, tetapi segala sesuatu yang hanya dapat kita tangkap melalui penglihatan atau pendengaran yang menjadikan benda itu layak menjadi jalan bagi sebuah kenangan. Memorabilia biasanya merupakan "benda bersama" antara satu orang dengan orang lain yang diperoleh pada saat mereka mengalami suatu peristiwa. Semisal cincin yang dikenakan oleh sepasang kekasih yang mereka gunakan untuk mengenang masa-masa indah mereka berpacaran. Hubungan mereka mungkin tidak berakhir dengan pernikahan, tetapi cincin yang masih mereka miliki akan menjadi pengingat hubungan yang pernah mereka jalani sebelumnya. Pin peserta suatu acara yang dikenakan bersama-sama, juga termasuk memorabilia, setidaknya untuk mengenang peristiwa acara yang pernah mereka ikuti. Foto-foto pesohor, T-shirt klub sepak bola, dan segala macam pernak-pernik terkait dengan seorang pesohor juga merupakan memorabilia yang oleh penggemarnya digunakan sebagai ungkapan kecintaan terhadap pesohor tersebut. Ada kalanya, sebuah benda yang bagi orang lain tidak begitu berarti, tetapi bagi seseorang menjadi sangat berarti karena nilai kenangan yang terkandung di dalamnya. Memorabilia bukan sekadar cindra mata, karena seseorang yang memiliki memorabilia kemungkinan akan menyimpan baik-baik, dan akan menjadi kekayaan batinnya. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN