Tujuh puluh tujuh

1432 Kata

Devan terbangun dari tidurnya, seperti biasanya, hal pertama kalia yang ia lakukan adalah merogoh ponselnya dan memandangi layar ponsel itu. “Selamat pagi cantik, apakah hari ini kau sudah bangun?” tanya Devan kepada foto wanita yang ada di layar ponselnya itu. “Kau tau, terkadang aku bingung karena diri ku sendiri. Aku selalu menyapa mu tiap pagi, bertanya apakah kamu sudah bangun? Apakah kamu sudah makan? Apa yang akan kamu lakukan setelalh itu? Tapi sejenak pertanyaan konyol terlintas di benak ku, apakah kamu masih ada di dunia ini?” tanya Devan lagi. “Aku takut kalau aku berharap terhadap seseorang yang sudah tiada, dan aku berharap semoga ketakutan ku tidak benar. Terkadang aku merasa aneh, kenapa aku tidak bisa menemukan mu? Kita mencari pekerjaan bersama di sebuah perusahaan bersa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN