Dua puluh dua

2233 Kata

Rian terkejut, begitu banyak kejutan dari kisah kehidupan Widia yang akan ia ketahui. Ia bahkan belum siap untuk itu, namun demi menenangkan hati wanita yang saat ini menaruh harapan padanya, ia mencoba untuk tetap tenang dan siap untuk mendengarkan segala curahan hati Widia. “Kenangan pahit? Apa maksud kamu?” tanya Rian. Widia kembali menceritakan kisah masa lalunya, kisah yang masih saja terngiang-ngiang di pikirannya saat ia bertemu dengan keluarga Darto. ***** Widia sedang duduk di ruang tamu, ruang tamu yang sangat kecil dan sederhana namun masih menjadi tempat ternyaman untuk Widia bersama ayah dan ibunya untuk berbincang dan bercanda bersama. Darto Calling Widia langsung meneriaki ayahnya saat ia mendengar ponselnya berbunyi, ia juga sempat melihat nama Darto tertulis di layar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN