Akira terdiam, masih tak merespon apa yang Tristan katakan namun ia juga tak kunjung masuk ke dalam rumahnya. "Aku tidak punya pilihan lain, Ra" ucap Tristan. "Tidak punya pilihan lain? Lalu bagaimana dengan ku? Apa kamu tidak takut kalau sampai aku melakukan hal itu? Apa kamu tidak takut kalau anak yatim piatu ini juga memikirkan hal yang sama? Kau mempertanggung jawabkan hal itu karena dia ingin bunuh diri, sementara kekasihnya masih berkeliaran di luar sana dan akulah yang harus menerima semuanya. Terlalu banyak alasan yang kau berikan pada ku untuk mengelak, bahkan kau sanggup mengatakan kalau motor mu mogok, inilah, itulah dan segala alasan lainnya. Haha, dunia memang terlalu sadis untuk di ajak bermain dan bersandiwara. Aku harus menerima kenyataan pahit yang sangat sangat pahit da

