Dengan langkah yang sangat berat, Marco melangkah mendekati perawat dan juga Akira, ia mencoba untuk tetap tersenyum dan bertingkah layaknya seorang suami bagi Akira, meski pada kenyataannya jantung Marco berdetak tak karuan antara panik dengan apa yang akan terjadi di dalam sana dan juga antara rasa takut kepada Akira. Tamat riwayat ku hari ini, tapi aku harus menikmati hari momen ini sebelum pada akhirnya Akira memilih untuk membunuh ku. Persetan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, aku pasrah jika Akira menoyor ku berkali-kali, yang jelas aku harus menuntaskan status ku sebagai suami Akira di rumah sakit ini. Lagipula,ini sedikit menyenangkan, aku bisa menjadi suami bagi Akira walau hanya sebentar saja. Andai aku bisa mengutarakannya secara langsung dengan keseriusan, mungkin hari

