Dia mendekap tanganku, seakan aku pegangan dalam hidupnya. Matanya menatap ke depan, jelas sekali tercetak raut khawatir di wajahnya. Aku yakin dia tidak khawatir pada dirinya sendiri, melainkan lebih mengkhawatirkan aku. Seharusnya aku memang mengatakan padanya kalau semua akan baik saja. Tapi aku yakin itu akan lebih dari hanya sekedar hiburan baginya. Dia lebih dari tahu kalau semuanya positif semua tidak akan baik. Aku hanya berharap dugaan yang aku ucapan tempo dulu benar. Melihat dari waktunya. Dia tidak mungkin tertular, dia akan negatif. Aku sangat yakin. Tapi dia dengan segala kekhawatiran berlebihannya pasti bisa menampik segala fakta yang aku berikan padanya. Dia terlalu berlebihan dalam segala hal tentangku, dia selalu berlebihan jika menyangkut aku. "Kau yakin aku tidak bi

