Jalanan ibukota masih ramai, memang tidak akan membuat heran dilihat dari waktu yang masih belum terlalu malam untuk membuat kemacetan mereda. Apalagi saat kalian harus hidup di hiruk-pikuk kota besar, dengan kemacetan yang memang sudah menjadi makanan sehari-hari untuk para pengendara. Mataku mengerjap, sibuk berpikir dan menatap jalanan yang terlihat gerimis. Sebentar lagi kurasa akan ada hujan yang turun membasahi kota malam ini. Aku tidak bisa membuat jemari tanganku diam di pelipis, ku ketuk pelipis dengan perasaan kalut yang tidak bisa membuat aku berpikir jernih. Mobil berhenti. Kemacetan menghadang laju mobil. Tapi aku tidak berminat untuk menatap laki-laki yang entah sedang melakukan apa di balik kemudinya. Aku hanya tidak bisa berbicara, saat beberapa pertanyaan mencoba untuk

