Bab 52. Momen Indah

1136 Kata

Kepala Dandy sudah di sela paha Dinda yang terbuka lebar, dan dia yang tanpa segan mengecup lembut bagian terintim, lidahnya terjulur dan menekan ke bagian dalam. Seketika aroma khas kewanitaan menerpa penciumannya dan Dandy yang bersemangat, apalagi Dinda mendesah nikmat. “Ah, Dandy. Enaknyaaa, oooh, kamu memang pandai, Sayaang. Hmmm.” Kepala Dinda sedikit merunduk, dia mengulurkan salah satu tangannya ke kepala Dandy dan mengusap-usapnya lembut. Matanya sayu dan mulutnya sedikit menganga, karena kenikmatan yang telah mendera sekujur tubuhnya dan dia yang menginginkan kepuasan segera. “Dandy, ooh, Sayang. Suamikuuu. Hmmm, enak … enak bangeeet.” Dinda fokus menikmati jilatan dan hisapan buas oral Dandy tepat di titik terenak, hingga napasnya yang mulai terasa berat. Dengan perlahan dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN