Beberapa bulan kemudian. Dinda tersenyum hangat melihat Dandy yang sedang bercanda dengan Alesha yang kini berusia enam bulan. Karena asinya yang lancar dan Alesha yang rajin menyusu, tubuh bayi itu gendut dan menggemaskan. Dandy sangat menyayangi Alesha dan selalu dia yang menjadi utama saat pulang dari kerja yang melelahkan. “Mandi dong, Pa,” tegur Dinda ke Dandy yang masih saja tertawa-tawa bersama Lavanya. Dandy hendak menyerahkan tubuh Alesha ke Dinda, tapi Alesha menolak dan menangis. Dia masih ingin bersama papanya. “Haha, maunya sama Papa nih, hmmm, si gembul kesayangan Papaaa.” Alesha tertawa-tawa dan menjerit senang, karena kepala papanya ndusel di perut gendutnya. Dia menarik-narik rambut papanya kuat-kuat, dan Dandy yang pura-pura mengaduh kesakitan. Tak lama kemudi

