SaD–42

1114 Kata

Manusia bisa berencana untuk hidupnya seapik mungkin. Tapi bukankah semua perlu izin Dzat yang menciptakan kita, siapa lagi kalau bukan Allah yang Maha Kuasa. Seapik, serapi apapun rencana yang kita buat kalau Allah tidak berkehendak, maka tidak akan terealisasi. Sama halnya dengan Dina, dalam rencana hidupnya, menikah siri tidak termasuk di dalamnya. Dia berencana akan menikah dengan seseorang yang ia cintai dan tentu mencintainya. Bukan karena masalah sepele dengan pria arogan yang sekarang masih menjadi suaminya. Ketika jalan hidupnya tidak sesuai rencana, Dina mencoba ikhlas dan menghadapi. Dan berubah ke rencana berikutnya, hidup dengan Samuel Adidaya sebagai pasangan yang sebenarnya. Tapi lagi-lagi rencana hanya tinggal rencana. Allah belum berkehendak untuk hal yang satu ini. Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN