SaD–45

1028 Kata

"Adek dapet dari mana buku ini?" Tanya Bunda setelah meluapkan emosinya karena aku bertanya masalah buku ini. Bunda sangat menyeramkan, melebihi ketika aku ketahuan nikah sama Mas Sam. Kali ini pendaran mata bunda nampak sedih dan kecewa. Apa pria di samping bunda ini orang yang bunda benci? Aku menunduk tidak berani menatap Bunda, "dari ruang baca." Jawabku lirih, aku benar-benar takut sama Bunda. "Adek sengaja cari buku ini?" Aku langsung menggeleng kuat, "gak, Nda. Tadi lagi mau baca buku-buku bunda, tapi nemu itu." Bunda menghela napas kasar, "kamu tahu, Dek. Bunda tidak bisa menyembunyikan ini terlalu lama lagi. Bunda sudah menduga hari ini akan terjadi." Aku mengangkat kepalaku menatap Bunda, mencari maksud dari perkataanya. Mata Bunda nampak berkaca-kaca dan tatapannya kosong.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN