Sam POV Sejak malam pembatalan perjodohan antara aku dan Raisa tiga hari yang lalu, aku bertekad untuk mengajak Dina kembali. Dan tentunya untuk meresmikan pernikahan kami juga. Aku sudah sangat merindukan Dina, tiga bulan lebih kami tidak bersua. Bukannya aku tidak ingin berkunjung ke rumah Bunda, hanya saja ancama papa lah yang menahan langkahku. Aku sebisa mungkin menahan semua rinduku. Sudahlah, yang terpenting sekarang aku sudah bebas. Bukan aku yang meminta, tapi kalau diberi kesempatan akan aku gunakan dengan baik. Meskipun Mama tidak setuju, aku tidak perduli lagi. Sudah cukup selama ini aku tidak memiliki gairah hidup lagi. Hanya diam dan memasang wajah datar, padahal sebenarnya hatiku rapuh. Aku sakit karena keterpaksaan yang aku lakukan. Jadi, aku anggap semua ini adalah re

