"Dina," panggilku lirih ketika melihatnya di belakang Bunda. Aku sungguh benar-benar merindukannya. "Dina, kenapa kamu keluar?! Cepat masuk!" Bentak Bunda melihat Dina keluar dari rumah. Aku sungguh tidak tega melihatnya di marahi Bunda. Dina menggeleng, menolak perintah bunda. "Adek mau ketemu Mas Sam." Uangkapnya jujur, mendengar hal itu aku sangat senang sekali. Seperti di siram air es, sejuk sekali rasanya. Ternyata bukan aku saja yang merindukannya, tapi Dina juga merindukanku. Tapi suara Bunda menyadarkan ku, Bunda menggeram marah, "masuk Dina! Jangan buat bunda marah!" "Bunda cukup, jangan marahi Dina. Saya kesini ingin bertemu Dina, jadi izinkan kami bertemu." Ujarku tidak tega melihat Dina yang sudah berlinang air mata. Rasanya aku ingin menghampirinya dan mengusap air matan

