SaD–31

1002 Kata

Aku sudah tidak kuat lagi, aku masih sesenggukan gara-gara perkataan ibu Mas Sam. Aku sakit, sangat. Orang yang sudah melahirkan suamiku merendahkanku sebegitu dalamnya. Dan tidak merestui hubungan kami. Aku harus bagaimana? Sementara pria yang sudah menikah tetap menjadi milik kedua orangtuanya. Apa aku akan jadi perusak hubungan darah antara ibu dan anak? Tidak! Aku tidak mau. Aku tidak mau Mas Sam bermusuhan dengan ibunya. Hubungan kami pun pasti tidak akan tenang karena tidak ada ridho ibu Mas Sam. Karena ridho Allah adalah ridho orang tua. Aku masuk ke dalam kamar untuk mengambil barangku yang sudah aku bereskan tadi dibantu oleh Mas Sam. Keputusan ku sudah bulat, aku akan pulang ke rumah Bunda tanpa Mas Sam. Keputusan ini sungguh berat, tapi aku juga tidak mau egois. Aku ingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN