SaD–32

1038 Kata

Sam sedari tadi tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Meskipun ia tidak menepati janjinya kepada Dina, istrinya karena pulang terlambat. Tapi itu semua tida menyurutkan senyumnya, ia ingin segera sampai dan mengajak istrinya pulang ke rumah Bunda. Ah, membayangkannya saja ia sudah sangat senang. "Mang, masih lama ya?" Pertanyaan konyol muncul dari bibir Sam. Mang Eja yang sedang mengemudi agak terkejut dengan pertanyaan tuannya. Ia melirik ke arah Sam melalui kaca spion, tuannya itu sedang tersenyum senang. "Tidak, Pak. Lima bilas menit lagi," jawab Mang Eja. Entah apa yang terjadi dengan bosnya, kenapa bisa lupa dengan waktu perjalanan ke rumahnya sendiri? Padahal jalur ini setiap hari dilalui ketika berangkat dan pulang ke kantor. Apa libur dua hari membuat Sam lupa dengan jalan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN