Dina sedang termenung di depan televisi, ia memang berada di ruang keluarga, tapi hati dan pikirannya ada pada pria yang sudah mencuri segala atensinya. Samuel Adidaya, suaminya, pria pertamanya. Berbagai pertanyaan berputar dibenaknya. Sedang apa? Sudah makan atau belum? Dan masih banyak yang ingin Dina pertanyakan pada Sam. Ah, tangannya juga gatal ingin membuka ponselnya dan menelpon nomor Sam. Tapi sekuat tenaga ia mencegah hal tersebut, Dina harus kuat! "Dek, kayaknya ada tamu deh?" Bunda keluar dari kamarnya. Ia mendengar suara bel berbunyi. Dina menoleh ke arah Bundanya, ia tidak mendengar apapun. "Gak tau, Nda. Dina gak denger," jawab Dina sedikit linglung. Apa dia terlalu lama dalam lamunannya? Entahlah, Dina sedang blong saat ini! "Ck, makannya kalau nonton jangan terlalu f

