"Ada apa?" tanya Surya. Wajah Kania cemberut, dia menoleh ke arah Surya, orang yang satu bulan lebih memberinya nasi uduk untuk makan pagi. "Aku senang Atika bisa baikan sama mas Nibras lagi, tapi ... aku kesepian, Atika sudah dua minggu tidur di rumah sakit, aku ... tidur di rumah sendiri..." Surya mengangguk mengerti. Mereka berdua berdiri di depan gang rumah Kania. "Apa kamu ingin ke rumah sakit bertemu adikmu?" tanya Surya. Kania mendongak ke arah Surya. "Memang bisa? Em, maksud Kania, apa diijinkan?" Surya terdiam. Kedatangan Kania waktu itu membuat tuan muda lebih depresi, kemungkinan keluarga Nabhan masih belum mau melihat wajahnya. "Saya hari ini tidak bawa nasi uduk atau bubur ayam," ujar Surya. Kania baru sadar bahwa memang Surya tidak membawa nasi uduk. "Ada warung

