Part 54

1569 Kata

Genggaman tangan itu tak ingin dilepaskan oleh dua insan yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit. Atika tertidur menemani Nibras yang juga tertidur, namun genggaman tangan mereka lengket bagaikan lem. Napas kedua insan itu terlihat beraturan. Jihan meraih selimut dan menyelimuti mereka. Matanya terlihat memerah, terlihat dia baru saja terisak. Tangan Jihan mengusap rambut Atika, lalu setelah itu mengusap ke arah rambut sang anak. "Masih bisa melakukan pengobatan, dokter ahli gizi dari London menyetujui bahwa akan datang untuk menangani Ibas," Farel memeluk istrinya. Jihan mengangguk pelan. Matanya memerah lagi, berkaca-kaca lagi. "Farel," suara serak Jihan terdengar. "Hm?" Farel yang menutup mata sambil memeluk istrinya menyahut. "Aku harap tidak ada keturunan kita di mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN