Part 48

1475 Kata

"Makanannya tidak dimakan juga?" "Ya, nyonya." Jawab pelayan. Di tangan pelayan itu, ada nampan makanan yang di atasnya ada piring nasi, mangkuk sup, lauk-pauk dan juga segelas air putih. Makanan itu sudah dingin. Waktu sudah malam, namun makanan untuk siang tadi belum juga tersentuh sedikitpun. Jihan memijit pelipisnya, sang anak sudah beberapa minggu ini makan tidak teratur. "Ambilkan makanan yang baru, aku akan membawanya sendiri ke kamar anakku," pinta Jihan. "Baik, nyonya." Pelayan itu mengangguk, dia membawa makanan makanan siang untuk tuan mudanya kembali ke dapur. Sayang jika dibuang, diberi makan kucing saja nanti. Jihan melihat ke lantai dua, tepat di pintu kamar anak lelakinya. °°° Daun pintu kamar terbuka, Jihan masuk. Seorang pelayan memberikan nampan padanya. Jihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN