Dinda menghampiri Aris yang sedang di kejar-kejar oleh anggota sekte, yang lebih menyeramkan lagi adalah mereka membawa kapak dan obor api yang membuncah. Gadis itu menepuk pundak Aris pelan, pemuda itu berjingkat kaget. Aris mengelus dadanya yang berdebar kencang. "Dinda, ku kipir kamu siapa." Untung saja anak yang memisahkan diri dari gerombolan sudah bisa menyusul Ara, sedangkan Aris berusaha menghalangi orang-orang yang mengejar mereka. Dinda menarik lengan Aris untuk masuk ke dalam sumur tanpa air, keduanya bersembunyi dibawah tanah untuk menghindari kejaran. Suasana begitu pengap dan bau tanah basa merasuk indera penciuman mereka, sedangkan diluar sana sudah terdengar hentakan langkah kaki berkerjaran dan suara manusia bersahutan. Dinda menaruh jari telunjuknya di bibir, mengisya

