Bab 36 Musibah Beruntun

1578 Kata

Arash dan Steve masih melakukan aksi mengatasi serangan dari pihak Kareem, hingga akhirnya sang presdir kehabisan peluru, terpaksa menghindar-hindar saat musuh menerbangkan timah panas ke dia. Steve juga begitu, terpaksa mengelak-elak. Tapi saying, sang asisten terkena satu timah panas, sehingga terguling jatuh dari atas mobil. “Steven!” sejurus kemudian terdengar jeritan Arash, lantas sang presdir segera melompat ke atas mobil, lalu salto ke arah Steve yang terbanting ke permukaan tanah perkebunan, “Steven!” jeritnya saat mendarat di dekat sang asisten yang mengangkat tubuh agar tegak, “Steve.” “Tuan Muda,” Steve mengatur napasnya, “Anda jangan perdulikan Saya. Lekas lari. Ingat janji Anda untuk menikahi Nona Lin.” Didorong sang atasan agar meninggalkan dia. “Tidak bisa!” tukas si bos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN