VINA sudah mulai bekerja di perusahaan swasta yang untungnya saja terletak tidak jauh dari kontrakan yang disewanya. Tinggal jalan kaki selama kurang lebih sepuluh menit, wanita setengah baya itu sudah sampai di sana. Sepeninggal mamanya pergi untuk bekerja, Faren masih menetap di kontrakan. Melakukan apapun kegiatan agar ia tidak mengantuk dan bosan. Kontrakan sederhana ini hanya ada satu kamar, dapur, dan kamar mandi kecil. Tidak ada televisi sebagai hiburan. Ruangannya juga sempit, tapi Faren tidak mengeluh. Ia merasa sudah lebih dari cukup untuk tinggal di sini, Faren lebih banyak bersyukur karena masih lebih baik ia dapat tempat tinggal. Masih banyak orang-orang diluaran sana yang tidur di sembarang tempat. Tadi pagi, Faren sudah mencuci peralatan makan. Habis itu dilanjutkan meny

