MALAS sekali rasanya pergi ke kantin dan harus berdesakan dengan siswa lain hanya untuk memperoleh makanan. Meskipun perutnya memang minta diisi, tapi Faren masih enggan untuk berjalan ke arah sana. Mood untuk makan selalu saja berkurang. Dan keinginan terbesar Faren saat ini hanyalah ketenangan. Dan pada waktu istirahat kali ini, Faren duduk seorang diri di salah satu bangku yang tidak jauh dari kolam renang. Mnghirup napas panjang, Faren memperhatikan riak air yang tenang dihadapannya. Hingga akhirnya sebuah suara yang sangat ia kenal masuk ke dalam indera pendengarannya. Faren langsung mengedarkan pandangannya, dan saat itulah ia terpaku dan sedikit melotot ketika netranya menangkap seseorang yang telah membuat keluarganya hancur. Faren segara berdiri dari duduknya. "Oh ada disini

