"Mau Faren apa?" Cewek itu mendongak sambil tersenyum getir dengan matanya yang semakin dililit oleh air mata. " Mau Faren cuma satu, mulai detik ini kita putus!" ujar Faren dengan suara serak. Tatapan tajamnya melayang dan menancap tepat di manik Feron, membuat cowok itu seketika membulatkan matanya lebar-lebar. Faren sudah bersiap melanjutkan langkahnya, tapi berhasil dicegah Feron. Ucapan Faren barusan sangat membuat Feron murka. Bahkan wajahnya sekarang sudah memerah menahan amarahnya. Jujur, ia tidak suka mendengarnya. Dengan erat, Feron mencengkeram lengan Faren. "Putus? Ini yang Faren mau? Kita putus hanya karena omongan Cessa yang nggak penting itu?" Satu tetes air mata kembali jatuh dipipi Faren, ia mendongak dan tersenyum getir. "Kenapa? Bukannya ini yang Fegan mau, kan? Kit

