FAREN merenung, tatapannya kosong, sementara pikirannya sudah jauh melangkah memikirkan Feron. Cowok itu berubah, itu yang Faren tangkap. Feron lebih memperhatikan Cessa ketimbang Faren sendiri. Dan satu hal lagi yang membuat rasa kecewa Faren terhadap Feron bertambah membengkak. Yaitu Feron sudah membohongi dirinya. Tanpa bisa Faren cegah, air matanya kembali jatuh menggenangi pipinya. Apa semua ini sudah berakhir? Bahwa hubungan Feron dan Faren tidak akan bisa bersatu kembali? Bahwa pertemuan mereka sebenarnya memang tidak pernah diharapkan? "Kak Faren nangis?" Faren sedikit terperenyak kaget ketika suara polos dari anak kecil menusuk gendang telinganya. Faren menunduk, menatap sepuluh bocah yang sedang menatapnya dengan pandangan kosong. Faren segera mengusap air matanya dan leka

