FAREN merasa jika dadaanya terasa sangat sesak. Ia masih menunduk dengan isak tangisnya yang berusaha ia redam. Bibirnya digigit sangat keras. Tapi sayang, Faren tidak bisa menghentikan air matanya yang mengalir begitu deras. Feron benar-benar tidak lagi berpihak kepadanya. Feron tidak lagi menyayangi Faren. Cowok itu berubah. Faren bisa merasakan itu belakangan ini. Faren bukan apa-apa di hidup cowok itu. Faren tidak penting berada di lingkaran hidup Feron. Dan satu hal lagi, Faren hanya sebuah benalu yang selalu mempersulit hidup cowok itu. Ya, Faren sekarang sadar akan hal itu. Dirinya memang tidak pantas bersanding dengan Feron. Faren masih berdiri dengan kaki bergetar. Berusaha mengabaikan Feron yang sedang menenangkan Cessa di belakang punggungnya. "Feron, tangan gue masih sak

