Ikatan persaudaraan selamanya tidak akan pernah bisa diputus begitu saja. Bahkan dengan alasan paling menyakitkan sekali pun. Namun, tidak semua hal bisa dimaafkan. Tidak semua alasan dapat diterima. Dan tidak semua kesempatan menjadikan dua sudut pandang berbeda menjadi satu selalu. Masih teringat jelas dalam benak Pras. Di saat saudara kembarnya diciduk oleh para polisi. Padahal, saat itu seharusnya ia bisa membela Pram. Ia harusnya mampu membuka suara dan setidaknya sedikit mengucapkan sesuatu pada saudaranya. Nyatanya semua hanya bisa berlalu dalam penyesalan belaka. Ia ingat sorot mata Pram yang menatap kosong ke arahnya. Sementara Pras hanya bisa memalingkan muka kemudian tertunduk kelu. Antara takut bercampur bingung. "Mulai sekarang dia bukan anakku lagi! Bikin malu orang tua

