Bab. 10 - Kisah Pram

1322 Kata

Hari itu aku merasa sangat heran. Tak biasanya dia bersikap seperti itu padaku. Dulu, jika bukan aku yang meminta nomor ponselnya, mungkin tak akan kudapatkan nomornya. Sekarang, dia memintanya lebih dulu... dan jujur, aku senang... - Catatan Hesti - *** "Sore-sore begini enaknya ngapain ya, Pram?" tanya seorang kawan baik Pram yang tampak suntuk sekali. "Aku merokok dulu lah ya, sekalian cari makan di warung nasi Padang seberang sana. Kau kaga toko sebentar nggak apa kan?" "Merokok terus kau, Jo. Mau nunggu paru-parumu bocor kah?" "Ngeri kali do'amu itu." Pram hanya geleng kepala. Tejo berlalu setelah mengambil dompet yang ia simpan di laci khusus. Tinggalah Pram seorang diri. Melayani beberapa pelanggan yang membeli keperluan sembako, atau sekadar isi pulsa saja. Toko sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN