"Kini ia telah pergi, meninggalkan semua kenangan dalam sepi, membuatku meratapi tanpa henti, membekaskan luka yang tiada tepi, dan memberikan ruang kosong yang takkan bisa terganti," *** Canis Aku masih memproses apa yang terjadi. Semua terasa begitu hampa bagiku. Entah apakah ini mimpi atau kenyataan, perkataan dokter yang mengatakan bahwa Kent sudah pergi membuat duniaku hampa seketika, memukulku bagai godam dan menghancurkanku berkeping-keping. Ingin rasanya aku menangis meraung-raung menghadapi kenyataan kali ini, namun sakit yang ku rasa terlalu besar rasanya hingga ku tak sanggup mengeluarkan air mata. Kent telah pergi. Ia benar-benar telah pergi. Wajahnya yang terpejam, tangannya yang terasa dingin, wajahnya yang pucat. Aku hanya berharap ini adalah mimpi semata, namun tubuh K

