bc

A Reason to Stay

book_age12+
948
IKUTI
3.1K
BACA
fated
sensitive
powerful
self-improved
drama
genius
friendship
self discover
tricky
gorgeous
like
intro-logo
Uraian

Canis

Mungkin Tuhan membenciku. Segalanya terasa gelap dan sunyi. Aku tak punya lagi mimpi dan cahaya yang selama ini menopang hidupku. Namun lelaki itu selalu saja datang saat aku masih menjadi gadis cengeng hingga julukan ”Putri Es” melekat erat padaku. Aku benci padanya. Sangat membenci uluran tangan yang dia berikan, harapan yang ia coba tumbuhkan, terutama...

Dia yang membuatku tak bisa berhenti memikirkannya.

Bara

Bunda sering mengatakan bahwa aku harus terus bahagia meskipun dunia sangat ingin menjatuhkan, karena pada hakikatnya kebahagiaan akan selalu kembali pada kita. Aku selalu mencoba menepati perkataan bunda untuk selalu percaya pada janji kebahagiaan. Tapi gadis itu, tatapan, sorot putus asa, tangisan, semua terasa meyayat ulu hati. Aku ingin melindungi dan memberinya kebahagiaan. Namun semakin aku berusaha akan dia yang menghindariku, aku semakin hanyut dalam perasaan yang mengombang-ambingkanku tanpa kepastian.

Ketika 2 anak yang telah kehilangan orang tua dengan latar belakang berbeda bertemu, bisakah takdir mengizinkan mereka bersua dalam pelabuhan yang sama?

Credit cover by Pinterest

Cover is made by My Dear Friend Deshu

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
“Kamu adalah orang yang tak pernah kuharapkan datangnya, namun selalu kudamba kehadirannya,” *** Siang itu tampak cerah. Anak-anak berlalu lalang bersama orang tuanya mengelilingi taman hiburan dengan berbagai macam snack di tangannya. Namun tidak dengan sepasang remaja yang tengah duduk di rest arena. Aura kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan frustasi tergambar jelas dari sorot mata keduanya. Seketika wanita itu berdiri sambil mengepalkan tangan dan beranjak pergi, namun suara pria yang menahannya mengurungkan niat tersebut. “Canis, jangan pergi. Gue tahu gue salah udah ungkit tentang Kent. Tapi seberat itukah kesempatan gue buat bisa dapatkan tempat di hati lo? Nggak bisakah sedikit saja lo kasih gue kesempatan untuk buat lo bahagia? Gue juga tahu sampai kapanpun gue nggak bisa jadi seperti Kent karena gue Bara, gue bukan dia. Tapi gue punya cara sendiri buat bahagiain lo” Wanita yang dipanggil Canis berbalik dan menatap Bara dengan tatapan sinis dan wajah tanpa ekspresi. Tatapan yang membuat Bara selalu hancur karena menyadari perasaan tak terbalasnya. “Gue udah bilang berkali-kali ke elo, gue nggak mau. Gue nggak bisa lupain dia. Lo ngerti nggak sih Bara? Kent nggak akan ada yang bisa gantiin. Bukan elo, bukan Adit, dan bukan siapapun. Dia cinta pertama gue, dia yang gantiin sosok ayah di hidup gue, dia orang pertama yang ulurin tangan ke gue bahkan ketika semua orang jauhin gue. Sekarang, lo minta untuk lupain dia dan jadiin lo sebagai pengganti? Lo kira gue sejahat itu Bara? Jadiin elo pengganti Kent? Enggak! Gue tahu gue anak dari seorang pria yang menelantarkan keluarganya demi mencari pelampiasan ke wanita baru. Tapi balik lagi kayak yang lo bilang, lo bukan Kent tapi Bara. Sama halnya kayak gue, gue Canis dan bukan Roger,” tukas Canis sambil menahan emosi. Bara tertunduk lesu. Bukan ini yang ia mau. Ia hanya ingin siang ini akan menjadi hari yang indah buatnya dan Canis. Sudah 2 minggu ia merencanakan hari ini dan membuat Canis dapat membuka hati untuknya dan merasakan ketulusan yang selama ini ingin ia berikan pada Canis. Tak ada maksud sama sekali darinya untuk membuat Canis marah atau melupakan Kent. Namun kenapa begini akhirnya? Ia tak menyangka bahwa Kent adalah topik yang dapat membuat Canis rapuh dalam waktu singkat. Bara mencoba berdiri dan menatap Canis sekali lagi, berharap apa yang ia rasakan dapat tersampaikan. Namun nihil. Wanita itu telah tenggelam pada kekecewaan dan sakit hati. “Apa yang harus gue lakukan supaya elo percaya kalau gue juga tulus ke elo Nis? Apa yang harus gue lakukan supaya elo paham sebegitu inginnya gue membahagiakan elo?” lirih Bara sambil menatap Canis dalam-dalam. “Gue nggak tahu, dan gue nggak mau tahu. Gue kira elo paham atas semua perasaan gue Bar, semua sakit yang masih menumpuk di kepala gue. Tapi nyatanya elo sama seperti kak Adit yang minta gue buka hati. Gue nggak bisa secepat itu move on Bara. 9 tahun dia pergi, tapi gue nggak bisa ikhlas, apalagi lihat ayah yang kadang datang ancam gue. Gue cuman ingin dia datang dan semangatin gue, karena gue merasa belum ada yang bisa buat gue bebas dari ayah dan trauma gue selain dia,” jawab Canis tak kalah lirih. “Gue kira gue bisa percayain perasaan gue ke elo Bar. Gue kira lo bisa sabar nunggu hati gue terbuka buat lo. Ternyata penilaian gue salah. Elo nggak bisa memahami gue, dan gue juga nggak bisa memahami elo. Udah cukup gue sakit hati sama masa lalu gue. Udah cukup orang lain sakit hati sama gue. Lebih baik elo jauhin gue. Sampai kapanpun elo dan gue nggak akan bisa bersatu,” lanjut Canis kemudian meninggalkan Bara yang berdiri mematung dengan perasaan hancur memandangnya berjalan menjauh. “Andai gue bisa milih waktu, gue ingin jadi orang yang elo dambakan utuk hadir di kehidupan lo, Nis,”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Video Pernikahan Papa

read
12.5K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook