Chapter 38 - Kehidupan bersama Paman dan Bibi

2315 Kata

"Ketika semua sudah hilang tak berbekas sama sekali, lantas apa yang akan ku perbuat di hari-hari selanjutnya? Semua terasa berbeda dan tak akan ada lagi yang mengisi hariku dengan senyuman hangat seperti biasa" *** Pusara itu masih basah oleh air. Aku menatap pusara ibu dengan tatapan kosong, masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Ibu benar-benar sudah tidak ada. Padahal sebelumnya ibu berjanji padaku akan pulang dengan selamat dan mengajakku jalan-jalan setelah pulang nanti. Sekarang yang pulang hanya jenazah ibu yang dikebumikan di dekat rumah, tepat di sebelah makam ayah. Nanar, ku tatap dua makam itu sambil mencoba mencerna hal yang terjadi padaku. Ayah dan ibu sudah pergi untuk selamanya dari hadapanku, itulah kenyataan yang harus ku terima saat ini. Sudah tidak ada lagi senyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN