Sebelas

1061 Kata

Semesta seakan berpihak kepada Arham dan Aliza. Seolah ingin mengatakan bahwa mereka juga bersedih. Hujan lebat mulai turun disertai dengan adanya sambaran petir ke bumi. Suara gemuruh membangunkan Aliza. Matanya membengkak karena menangis setelah pertengkaran yang terjadi. Kemudian ia mengusap-usap kedua bahunya saat merasakan kedinginan. "Mas, Arham." Aliza pun teringat dengan suaminya yang berada di luar pagar. Buru-buru wanita itu beranjak dari tempat duduknya. Dia berlari keluar dari dalam kamar menuju ke depan. Melihat Aliza sudah terbangun, Ajeng dan Hardi menghampiri wanita berhijab itu. Mereka tidak ingin putri semata wayangnya akan pergi dengan laki-laki yang tidak mereka sukai. "Mau ke mana kamu?" "Mas, Arham ... Mas Arham pasti kehujanan." "Terus? Kamu mau tolongin dia?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN