Malam itu terasa begitu sepi dan mencekam. Namun, Scarlett memberanikan diri terus melangkahkan kakinya menyusuri taman belakang mansion seorang diri. Rambut panjang yang terurai serta gaun tidur panjang yang ia kenakan sedikit berkibar kala angin malam berhembus perlahan menghampirinya. Langkah kakinya tenang tanpa menimbulkan suara, ia tak mau kehadiran dirinya disana dapat diketahui oleh orang lain. Hingga kini, kakinya telah berhenti di depan sebuah pintu kayu yang minimalis. Scarlett menatap lekat pintu yang tertutup rapat itu. Indra telinganya mencoba lebih tajam untuk mendengar kehidupan di balik pintu tersebut. Namun hanya kesunyian yang ia dapatkan. Scarlett tak mendengar apapun dari dalam paviliun yang dikunjunginya. Perempuan itu berdecak kesal, merutuki tingkah bodohnya saat

