TSURAYYA -56-

1807 Kata

“Sudah mulai kerasa pas nendang-nendang kan, Bu?” tanya Dokter Ratna. Aku mengangguk. Dokter Ratna menggerakan transducer di perutku. “Kita coba intip jenis kelaminnya ya, Bu. Hayo, ayah sama ibunya nebak jenis kelamin babynya apa?” “Kalo saya pribadi, nggak tau kenapa saya ngerasa jenis kelamin anak kami laki-laki, Dok,” ucapku. Dokter Ratna tersenyum sambil menggerakan transducer. “Menurut kamu, Mas?” “Kalo kamu nebak laki-laki, aku perempuan, deh,” ujar Athaya. “Wah, ayahnya nggak boleh sedih, ya. Tebakannya salah. Babynya laki-laki ya, Bu ... Pak.” “Kamu bakal jadi yang paling cantik di rumah, Ay,” bisik Athaya di telingaku. Genggamannya semakin mengerat saat monitor mulai menampakkan wajah bayi kami. “Anak kita bakal ganteng banget, Ay. Kayak aku.” Dokter Ratna kembali me;anjutka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN