Satu pesan dari Tsurayya menyambut kedatanganku di kantor. Ini agak sedikit aneh karena Tsurayya termasuk jarang mengirimiku pesan. Jika bukan hal yang penting, dia tak akan mengirimiku pesan. k****a pesan yang dikirimnya sambil duduk di kursiku. [Tsurayya : Bik Inah tanya-tanya soal kejadian tadi pagi. Kamu bilang jangan ngomong apa-apa kalo Bik Inah nggak nyinggung. Tadi Bik Inah nyinggung-nyinggung. Jadi, mau nggak mau aku jelasin ke dia.] Bukan main! Aku dibuat terkejut saat membaca barisan pesan yang dikirim Tsurayya padaku. Segera kuketik balasan pesan untuknya. [Athaya : Bik Inah tanya-tanya gimana?] [Tsurayya : Bik Inah bingung kenapa aku kelaur dari kamar kamu. Aku bilang ke dia kalo semalem kita tidur sekamar. Jawaban apa lagi yang bisa aku kasih ke dia selain itu? Nggak mung

