TSURAYYA -52-

1869 Kata

“Lo gila, Ay?” Sarah mencengkram pundakku kuat dengan kedua tangannya. Tatapan kedua matanya tajam menusuk. Dia sedang sangat kecewa. Aku mengangguk dan itu membuat cengkramannya semakin kuat. “Gue nggak nyangka lo sampe bisa kepikiran kayak begini. Otak lo ditaroh di mana sih, Ayya? Ya Allah.” “Sar, jangan marah-marah dulu.” “Gimana gue nggak mau marah. Pantesan aja gue bingung kok lo bisa gampang banget nikah sama Mas Athaya. Tunggu, jangan bilang perkara kamar waktu itu bener. Lo keceplosan kan waktu itu?” tanya Sarah. “Iya,” cicitku. “Gila gila gila. Gue nggak bisa bilang apa-apa. Sekarang lo lagi hamil, Ayya. Lo hamil. Perut lo isinya anak, bukan donat. Lo nggak mikir itu anak gimana nantinya? Sebentar lagi dia lahir, Ayya! Lo sama Mas Athaya masih tetap akan bercerai?” ucap Sarah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN