“Kita sudah sampai di samping mobil. Turunlah, Fathia,” ucap dokter Dewa dengan suara terengah dan sedikit merendahkan badannya agar Fathia bisa turun. “Baik, Dok. Terima kasih,” ucap Fathia masih diliputi perasaan terharu atas pengorbanan dokter Dewa yang begitu besar padanya. “Ayo, masuklah. Aku sudah buka pintu mobil ini untukmu,” perintah dokter Dewa lagi sambil meraih salah satu lengan Fathia menuntunnya ke dekat pintu mobil. Tanpa bicara lagi Fathia menurut lalu masuk ke dalam mobil dengan puncak kepala dilindungi dengan telapak tangan dokter Dewa agar tidak terbentur dengan gawang pintu mobil. Setelah Fathia masuk, dokter Dewa buru-buru berjalan memutar dari depan mobil masuk ke dalam mobil dari arah samping. Sampai di dalam dia segera mengambil tisu untuk membersihkan wajah Fat

