Dokter Dewa saat menutup mulut Fathia, dokter Dewa melihat darah mengalir dari luka di dahi karena terbentur sudut tembok tadi. Namun, dia tidak punya waktu banyak untuk memberi pertolongan sekarang. Abrar dan Sonya sedang melangkah melangkah ke samping rumah. Dia segera menarik lagi tangan Fathia tanpa sepatah kata pun hingga membuat gadis itu terkejut dan terjatuh ke tanah. Dokter Dewa semakin panik. Cepat-cepat dia bantu Fathia dan menggendongnya melangkah ke sisi tempat yang gelap. Di situ dokter Dewa melihat ada tanaman hias berdaun rimbun yang bisa digunakan untuk bersembunyi. “Ssst, jangan mengeluarkan suara apa pun Fathia,” bisik dokter Dewa dengan napas terengah-engah. Fathia mematuhi perintah dokter Dewa. Walau tidak bisa melihat tapi dia masih bisa mendengar situasi menegangk

