"Syukurlah kalau kamu sadar, Aryo. Sinar emang gak pantas buat kamu. Lupain dia dan cari wanita lain yang lebih layak buat kamu," ucap Airin dengan senyum lebar. Air mata Sinar kembali bergulir, dadanya semakin sesak. Mengapa rasanya begitu sakit berpisah dengan pria bernama Aryo? Padahal, mereka belum lama bertemu. Pria itu bahkan kerap bersikap kasar di awal pertemuan mereka, tapi waktu yang sangat singkat yang ia habiskan bersamanya terasa begitu membekas. "Maafin aku, Mas Aryo. Aku benar-benar minta maaf. Aku ngerasa gak pantas ada di rumah ini, aku bukan wanita yang cocok buat jadi istri Anda. Aku doain semoga Anda mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Waktu yang aku habiskan sama Anda terlalu singkat, tapi aku gak akan pernah melupakannya," batin Sinar, seraya menyeka kedua

