Aryo menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak terasa gatal. "Ya, masa sekarang juga sih, Nek? Nenek belum tanya Sinar, apa dia mau nikah sama saya? Lagian, saya gak mau nikahi wanita yang lagi hamil." Sinar terkejut, ia tidak menyangka Aryo akan mengatakannya langsung di depan Nenek Rosa. Sedangkan Nenek Rosa membuka mulutnya lebar-lebar seraya menatap wajah Aryo lalu mengalihkan pandangan matanya kepada Sinar. "Ka-kamu hamil, Sinar?" tanya Nenek Rosa dengan senyum lebar. Sinar menunduk, menatap perut datarnya sendiri seraya mengusapnya pelan sebelum akhirnya menganggukkan kepala. Nenek Rosa kembali memeluk tubuh Sinar dengan mata berkaca-kaca. "Ya Tuhan, Nenek seneng banget, Sinar. Akhirnya Nenek bakalan punya cicit." Sinar hanya tersenyum tipis, melingkarkan kedua tangan di

