"A-aku sudah tidak apa-apa." Anna mengusap wajahnya yang basah, kemudian mendorong tubuh Xanza dan langsung menjauh dari laki-laki itu. Xanza menatap Anna datar dengan posisi terduduk di lantai karena tiba-tiba mendapat dorongan dari gadis itu, yang kini sudah tampak baik-baik saja meski wajahnya masih memucat. Xanza menjentikkan jarinya yang disusul hidupnya lampu. "Jangan dekat-dekat denganku!" Anna mengulurkan tangannya dan menunjuk Xanza yang tengah menggerakkan tubuhnya untuk berdiri. "Keanehan-keanehan yang selalu aku rasakan itu pasti berkaitan dengan kau, 'kan?" sentak Anna. Matanya memicing curiga. Xanza membasahi bibir bawahnya, menelengkan kepalanya sejenak sambil mengusap lehernya. "Karena kau pengusir setan." Xanza terkesiap. Dia memejamkan matanya sejenak dengan bibir

