Anna duduk seraya memeluk lututnya dengan punggung bersandar di pohon. Dagunya dia taruh ke atas lutut sambil menyorot laki-laki yang tengah menghidupkan api unggun. Pertanyaan Anna mengenai manusia tidak digubris sama sekali oleh laki-laki itu. Dia hanya menatap Anna tanpa ekspresi, lalu mengatakan sesuatu yang membuat Anna melotot. "Malam ini kita bermalam di hutan," katanya. Tak peduli jika Anna trauma perihal dirinya yang pernah tersesat hingga sampai di kota Vulganira. Dinginnya angin malam memang tak diragukan lagi, terasa menusuk sampai ke tulang-tulang. Untungnya Anna tak menggigil seperti tempo lalu, karena adanya mantel besar dan tebal memeluk tubuhnya. Sedangkan pemilik mantel itu tampak biasa-biasa saja dengan kaos hitam yang untungnya berlengan panjang. "Kenapa kita tidak

