Xanza melesat cepat bagaikan angin membelah hutan, napasnya memburu hebat merasakan sesuatu yang buruk tengah mendera adik semata wayangnya. Selain itu indra penciumannya semakin menangkap bau yang tidak asing, harum darah seseorang yang akhir-akhir ini kerap mengganggunya. Namun itu tidaklah penting, karena di antara harum darah gadis itu, terdapat bau yang cukup dikenalnya—darah golongan Blood Sucker. Xanza menggeram. Kemudian berbelok dan menemukan pergulatan hebat antara tiga orang laki-laki dan satu gadis mungil dengan rambut tergerai bebas. Napasnya tercekat dengan wajah tak percaya melihat pergerakan gadis itu yang di luar ekspektasinya. Dia Anna, bergerak liar dan ganas demi mempertahankan diri. Berteriak keras kala menghantam satu laki-laki berambut gondrong. Kemudian terengah-e

