Kedua muda mudi yang sedang kasmaran semakin terlihat kalut. Zidan merasa dirinya tak kuat menatap Yocelyn lama-lama. Begitupun Yocelyn, dia ingin sekali menangis karena merasa hatinya seperti dicubit terasa begitu sakit. Zidan memutuskan untu kembali ke rumah dan berpamitan dengan Yocelyn. “Yocelyn, terima kasih ya karena kamu sudah mau bekerja sama untuk menolongku,” ucap Zidan. “Iya sama-sama, dalam hal ini kan kita sama-sama saling membutuhkan jadi aku rasa tidak perlu berterima kasih. Aku yang seharusnya minta maaf atas sikap papaku tempo hari,” kata Yocelyn. Dia merasa tidak enak telah membuat kekasih palsunya tersebut bertemu dengan ayahnya yang terkenal begitu keras kepala. Zidan telah banyak membantunya, begitupun dengan Yocelyn yang sudah banyak menyelamatkan Zidan dari perjo

