Langkah kaki kelompok itu terasa seberat timah. Salju yang turun bukan lagi partikel lembut, melainkan kristal tajam yang menyayat kulit. Kinry berjalan paling belakang, menyeret kakinya yang mati rasa akibat racun paralisis yang belum sepenuhnya netral. Luka di pinggangnya berdenyut setiap kali ia menarik napas, dan bau anyir darahnya sendiri bercampur dengan aroma sulfur dari sisa-sisa ramuan kimianya. "Sedikit lagi..." bisik Terea, mencoba menyemangati seorang ibu yang menggendong anaknya. Namun, Terea sendiri hampir ambruk. Wajahnya yang anggun kini pucat pasi, matanya sayu karena kehabisan Mana setelah berulang kali merapalkan perisai es. Tepat saat mereka mencapai sebuah dataran terbuka yang dikelilingi oleh pilar-pilar batu hitam, dunia seolah berhenti berputar. Langit kelabu di a

