Yasmin terkikik geli. Bisa-bisanya dia menggombal saat sang kekasih sedang kesal padanya. Bahkan dia menutup mulut, demi menahan tawanya yang nyaris pecah di tengah-tengah keramaian pengunjung resto. Ah, itu bukanlah diri Yasmin yang sebenarnya. Sungguh. Entah kenapa tiba-tiba dia terpikirkan untuk mengucapkan kalimat ala b***k cinta (Bucin) yang terkesan lebay. Bahunya langsung bergidik seolah-olah merasakan geli sendiri, saat mengingat itu. "Cinta itu bukan tentang fisik ataupun materi, tapi cinta itu tentang sebuah sikap yang mampu membuat kita merasa nyaman saat bersamanya. Sekarang percuma punya pasangan cantik or tampan, juga kaya, kalau enggak bisa bikin nyaman kita. Iya, kan?" Satu kalimat itu kembali tertangkap oleh indera pendengaran Yasmin. Rasanya sakit sekali. Mungkinkah

