"Hm .... dosa enggak, ya, kalau aku bilang ke kamu?" Keraguan kembali menginvasi Yasmin. Niat untuk bercerita pun lagi-lagi dia urungkan. Kini badannya tampak condong ke depan, sengaja berbicara dengan nada pelan, seolah-olah tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya. Ghibran menghela napas berat. Tatapannya seketika menghunus tajam. Tepat sepasang mata beriris cokelat pekat yang menjadi sasarannya. Sungguh dia merasa jengkel dengan sikap Yasmin, yang seolah-olah sengaja hanya ingin membuatnya penasaran. "Jadi, intinya kamu mau cerita atau enggak?" tanyanya yang sontak membuat Yasmin menciut seketika saat mendapati tatapan tajam di depannya. "Oke, aku cerita." Yasmin langsung menyerah. Sepertinya dia tidak kuasa jika harus mendapat tatapan menusuk itu dalam jangka lama. Bisa mat

