Yasmin bergumam saat mendapati sosok tidak asing, tengah berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita. Bahkan melihat dengan jelas wajah pria yang diyakini sebagai Arya. Dengan refleks dia menggerakkan kaki ke lain arah, hendak mengejar Arya. Namun, pada waktu bersamaan, Ghibran juga meraih tangannya. "Kamu mau ke mana?" tanya Ghibran seraya menahan tangan sang istri di genggamannya. Yasmin terpaksa mengurungkan niatnya, lalu menoleh ke arah Ghibran. Ah, dia baru sadar kalau sedang bersama sang suami. "Eng-enggak ke mana-mana," jawab Yasmin gugup. Menyadari adanya kejanggalan, Ghibran langsung menelisik wajah Yasmin menggunakan netra elangnya. Tentu saja karena curiga dengan sikap sang istri yang tiba-tiba berubah gugup, seolah-olah tengah menyembunyikan sesuatu darinya.

