Punishment

2235 Kata

Yasmin memutar pandangan ke kaca jendela mobil. Beberapa kendaraan tampak sibuk saling berkejaran. Suara klakson mobil yang saling bersahutan pun, turut memecah kesunyian malam ini. Tak ada bintang ataupun bulan. Hanya lampu redup yang meghiasi perjalanan mereka. Kedua sudut mata itu kembali menangkap luka yang masih menganga. Bagaimana tidak? Beberapa menit lalu dia melihat dengan jelas sang mantan calon suami bermesraan dengan wanita lain. Sakit. Sungguh menyakitkan. Tidakkah mereka tahu bahwa dirinya sedang terluka? Namun, dia justru diperlakukan seperti orang bodoh oleh suami dan kakak iparnya. Termasuk juga Nana, kakak kandungnya sendiri. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah sandaran, untuk meredam semua emosi yang sedari tadi tertahan dan tak mampu diutarakan melalui sebuah kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN