"Auuww!!" pekik Yasmin saat pisau di tangannya tidak sengaja menyayat jari tekunjuknya. Atensi Ghibran seketika teralihkan. Dia menengok ke belakang, menatap Yasmin yang tampak meringis sambil menatap jari telunjuk yang terluka. "Dasar ceroboh!" umpat Ghibran sebelum dia beranjak dari tempat itu dan menghampiri sang istri. Sial. Lagi-lagi dia harus mengalah untuk mengakhiri perang dingin ini. Tidak mungkin dia diam saja, saat melihat Yasmin terluka. "Makanya jangan ceroboh!" Ghibran meraih tangan Yasmin, setelah dia berdiri tepat di samping wanita itu. Karena tarikan tangan Ghibran yang begitu kuat, Yasmin tidak sengaja mengubah posisi berdiri menjadi menghadap pria itu. Dia menatap Ghibran yang tengah sibuk meniup jari telunjuknya yang terluka dan sedikit berdarah. Memang rasa sa

